BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Ruang lingkup Asuhan Neonatus, Bayi dan Anak Balita meliputi lima aspek
yaitu Asuhan pada Bayi Baru Lahir Normal, Bayi Baru Lahir Bermasalah, Bayi Baru
Lahir dengan Kelainan Bawaan, Bayi Baru Lahir dengan Trauma, dan Neonatus Beresiko
Tinggi. Sebagai seorang bidan, kita harus terampil dalam memberikan asuhan pada
bayi baru lahir baik yang normal maupun yang bermasalah. Dalam makalah ini akan
dibahas tentang beberapa masalah yang lazim terjadi pada bayi baru lahir
diantaranya bayi baru lahir dengan masalah bisul/furunkel beserta dengan
penatalaksanaannya.
1.2. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang
dimaksud dengan bisul/furunkel ?
2. Apakah yang
menyebabkan bisul/furunkel tersebut ?
3. Apakah tanda
dan gejala timbulnya bisul ?
4. Bagaimana
penatalaksanaan bisul/furunkel ?
1.3. TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu untuk mengetahui tentang
bisul/furunkel, mulai dari pengertian, penyebab, dan penatalaksanaannya. Selain
itu, dengan pembuatan makalah ini diharapkan para mahasiswa DIII Kebidanan
dapat mengerti dan mampu menangani masalah-masalah tersebut bila terjun ke
lapangan nanti.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Bisul
Bisul merupakan satu jangkitan kulit yang biasa terjadi kepada kanak-kanak.
Bisul sendiri dalam bahasa kedokteran disebut furunkel, yakni radang atau
infeksi yang disebabkan kuman atau bakteri staphylococcus aureus. Bila ada
gatal pada kulit, lalu digaruk sedangkan kebersihan kurang dijaga, sehingga
masuk bakteri dan terjadi infeksi, dan timbul bisul.
Bisul merupakan nanah yang terkumpul dalam satu rongga yang sangat
menyakitkan. Kelompok bisul dipanggil pekung (carbuncles) tetapi perubahan pada
kulit seperti ini tidak biasa berlaku kepada kanak-kanak.
Secara medis,
bisul adalah infeksi kuman pada folikel rambut dan kelenjar minyak kulit. Bisul
merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh kuman. Penyakit ini
sering dijumpai pada anak karena daya tahan kulitnya terhadap invasi kuman
belum sesempurna orang dewasa. Kelainan berupa masa padat kemerahan berbentuk
kerucut, di tengahnya terdapat gelembung bernanah. Kemudian melunak menjadi
abses lalu pecah. Biasanya biasanya mengeras dan terdapat pada bokong, kuduk,
belakang bahagian leher,di bawah ketiak, badan dan tungkai, dan sekeliling
pinggang, pangkal paha, atas kaki, punggung.
Yang tak kalah penting, bisul juga bisa menular. Kontak langsung bisul dengan kulit
apalagi bila ada goresan meskipun kecil (mikro trauma) dapat menyebabkan kuman
berpindah tempat. Tapi bila tidak ada luka, kebersihannya terjaga dan daya
tahan tubuh sedang bagus, tidak akan terjadi penularan.
2.2 Bisul pada Neonatus Dan Bayi
Dalam keadaan yang normal, sekitar 50 persen bayi yang lahir cukup bulan
sering mengalami bisul-bisul kecil atau jerawat yang dikelilingi oleh warna
kulit yang kemerahan. Gangguan ini bisa timbul di seluruh tubuh bayi, entah itu
di wajah, badan, punggung, tangan, kaki, dan tempat-tempat lainnya.
Puncak terjadinya bisul-bisul ini umumnya saat bayi berusia dua hari dan
biasanya dialami selama kurang lebih dua minggu. Akibat adanya bisul-bisul ini,
orang tua enggan memandikan bayinya karena takut kondisinya akan memburuk.
Padahal dengan begitu, justru bisa mengundang infeksi kulit karena kulit si
kecil berdaki atau kotor akibat tidak dimandikan. Jadi solusinya sederhana
saja, tetap mandikan bayi seperti biasa.
Belum sempurnanya fungsi kulit pada bayi juga membuat bayi mudah terserang
infeksi mikroorganisme. Salah satunya, infeksi bakteri Stafilokokkus aureus,
yang menyebabkan bisul. Bisul seringkali dimulai dari peradangan folikel (akar
rambut) dan jaringan sekitarnya. Karena itu, pada bayi dan batita, bisul kerap
timbul di kulit kepala. Sebab memang pembentukan folikel rambut di daerah ini
belum sempurna dan keringat pun sering keluar dalam jumlah banyak. Namun bisul
juga dapat timbul di bagian kulit mana saja, termasuk ketiak, leher, lipat
paha, atau pantat.
Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Walaupun demikian, hal ini tidak
perlu terlalu dikhawatirkan karena gangguan yang dalam bahasa lainnya Erythema
Toxicum ini akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu diobati.
Namun dalam kondisi lain, yaitu keadaan yang abnormal Erythema Toxicum
biasanya merupakan suatu gangguan pada kulit bayi yang berdiri sendiri.
Artinya, tidak ada gejala lain selain dari gejala yang sudah diterangkan
sebelumnya.
Bila orang tua menemukan bisul-bisul disertai dengan adanya demam, gatal,
bernanah dan lain sebagainya, si kecil mungkin mengalami penyakit kulit. Bisa
saja penyakit kulit tersebut berupa infeksi, jamur atau bahkan alergi.
2.3 Penyebab
Bisul bisa disebabkan oleh tiga faktor
diantaranya :
a. Faktor dari
dalam tubuh anak sendiri
Faktor dari dalam tubuh anak misalnya alergi. Jika anak punya bakat alergi,
maka hal yang menyebabkan terjadinya alergi harus dihindari agar tidak timbul
bisul. Sebenarnya, tak ada hubungan langsung antara bisul dengan alergi. Tetapi
biasanya anak yang alergi lebih sering mengalami bisulan. Pasalnya, bila anak
sedang mengalami alergi dengan keluhan gatal, anak terangsang untuk menggaruk.
Akibat garukan, dapat terjadi kerusakan kulit/luka yang akhirnya dimasuki kuman
lalu muncul bisul.
b. Faktor
lingkungan
Faktor lingkungan seperti tempat tidur dan lokasi bermain anak harus dijaga
kebersihan dan diupayakan agar tidak terlalu lembab. Teman-teman bermain anak
juga harus diawasi. Jangan sampai anak melakukan kontak fisik dengan anak yang
bisulan. Karena bakteri penyebab bisul bisa menempel pada kulit anak yang masih
rentan, kontak kulit bisa membuat anak tertular bisul temannya.
c. Faktor
kebersihan tubuh
Faktor kebersihan tubuh anak misalnya akibat pemilihan pakaian yang ketat
atau terbuat dari bahan yang kurang menyerap keringat. Ini akan menghambat
proses sirkulasi pada kulit anak, menyebabkan kulit lembab, dan memudahkan
berkembangbiaknya kuman. Bedak juga memicu terjadinya bisul. “Banyak ibu
beranggapan, bedak dapat mengatasi biang keringat yang kerap timbul pada kulit
anak. Padahal bedak justru merupakan media yang baik untuk timbulnya bisul,
karena bedak menghambat keluarnya keringat.
Bisul bisa terjadi pada siapa saja, bayi, anak-anak maupun dewasa, terutama
bila ada faktor pemicu. Beberapa faktor pemicu adalah kurangnya daerah tropis
yang memudahkan keringat muncul sehingga kulit menjadi lembab dan lebih mudah
terinfeksi kuman, serta daya tahan tubuh bayi yang tak baik sehingga mudah
terserang penyakit.
v Bayi yang lebih
beresiko terkena bisul diantaranya adalah bayi yang:
1. Kurang terjaga
kebersihan
Faktor kebersihan memegang peran penting terjadi-tidaknya infeksi. Bila
lingkungan kurang bersih, infeksi akan mudah terjadi. Karena itu, pada bayi,
gejala bisul mudah dijumpai. Bayi dan anak-anak identik dengan dunia eksplorasi
dalam bermain, apalagi bila terkena benda kotor semisal tanah. Belum lagi
setelah main, anak tidak dicuci tangannya. Sehingga kebersihan anak dan bayi
tak dijaga, akan mempermudah terjadinya bisul.
Orang tua yang tidak menjaga kebersihan tubuh bayi dan lingkungannya dengan
baik, otomatis lebih berpeluang terpapar kuman penyebab bisul. Tak heran kalau
mereka yang tinggal di daerah pemukiman padat, di daerah pengungsian, dimana
faktor kebersihannya terabaikan akan lebih mudah bisulan. Namun harus diingat,
walaupun tinggal di tempat yang bersih tapi kalau jarang dimandikan dan dijaga
kebersihkan badan san bayi, dengan sendirinya kuman pun akan bersarang.
2. Tinggal
didaerah tropis
Secara geografis Indonesia termasuk daerah tropis. Dimana udaranya panas
sehingga dengan mudah bayi akan berkeringat. Keringat pun bisa menjadi salah
satu pemicu munculnya bisul. Terutama bisul yang terjadi pada kelenjar
keringat.
3. Faktor gizi
Gizi yang kurang juga dapat mempengaruhi timbulnya infeksi. Bila gizi
kurang, berarti daya tahan tubuh menurun, sehingga akan mempermudah timbulnya
infeksi. Terlebih pada bayi, kekebalan tubuhnya kurang dibandingkan orang
dewasa.
4. Sistem imuniti
Sistem imuniti badan yang lemah seperti pembawa HIV, menurunnya daya tahan
tubuh bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kurang gizi, gangguan
darah seperti anemia, mengidap penyakit keganasan seperti kanker, atau penyakit
lain seperti diabetes dan sebagainya. Biasanya faktor pemicu itu tak muncul
sendirian, melainkan ada beberapa sekaligus. Misalnya karena selalu berkeringat
kemudian muncul biang keringat. Karena gatal, lalu digaruk, ditambah lagi
kebersihannya jelek dan gizinya pun rendah, akhirnya jadi bisul. Begitu
seterusnya.
2.4 Jenis Bisul
Bisul biasanya diawali dengan kulit kemerahan, membengkak, dan ada benjolan
yang terasa sakit di bawah permukaan kulit. Ketika infeksi berlanjut, terbentuk
kantung nanah dalam kulit, yang berisi bakteri, sel kulit mati, dan sel darah
putih. Puncak bisul -yang sering disebut mata bisul- muncul di tengah-tengah
bisul. Dari mata bisul inilah biasanya nanah akan pecah.
Berdasarkan jumlah mata bisul yang ada,
bisul dibedakan menjadi:
1. Furunkel atau
bisul kecil yang hanya memiliki satu mata.
Letak bisul bisa di beberapa tempat tapi jarang-jarang. Jika furunkel satu
mata ini jumlahnya banyak dan letaknya menyebar di sejumlah anggota tubuh,
disebut furunkulosis.
Pada bayi dan balita, jenis bisul yang terjadi biasanya furunkulosis.
Ini biasanya diawali oleh biang keringat yang berlanjut menjadi bisul. Karena
bisul dan biang keringat seringkali menimbulkan gatal, anak akan menggaruk
bisul tersebut. Garukan tangan pada tempat yang berbeda akan menularkan kuman
ke bagian tubuh lain sehingga di bagian tubuh itu timbul bisul pula. Bisul ini
menimbulkan rasa nyeri dan berdenyut-denyut. Itu sebabnya bisul yang parah
kadang mengakibatkan demam pada anak, karena anak tubuh anak berusaha melawan
kuman yang terdapat pada bisul.
2. Karbunkel
Karbunkel yaitu apabila beberapa bisul yang berdekatan menyatu dan
mengakibatkan terbentuknya beberapa mata bisul.
Karbunkel adalah sekumpulan bisul yang menyebabkan pengelupasan kulit yang
luas serta pembentukan jaringan parut. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus.
Pembentukan dan penyembuhan karbunkel terjadi lebih lambat dibandingkan
bisul tunggal dan bisa menyebabkan demam serta lelah karena merupakan infeksi
yang lebih serius.Terjadi pada pria dan paling banyak ditemukan di leher bagian
belakang. Karbunkel juga cenderung mudah diderita oleh penderita diabetes,
gangguan sistem kekebalan dan dermatitis.
2.5 Tanda-tanda dan Gejala Bisul
Gejala untuk bisul ini hampir menyamai
penyakit kulit yang lain seperti:
·
Nanah di bagian tengah bisul
·
Keputihan, lelehan mengandungi darah daripada bisul
tersebut
·
Kemerahan di sekeliling kulit yang dijangkiti
·
Biasanya di ikuti rasa teramat sakit apabila disentuh.
Biasanya muncul bintil atau benjol berbentuk kerucut dan “bermata” atau
berbentuk kubah, dapat disertai rasa nyeri dan demam karena bisul sudah
terinfeksi kuman. Apabila bisul sudah matang, mata bisul akan pecah dan diikuti
keluarnya nanah dan darah yang menyebar ke area kulit sekitarnya. Jika tidak
dibersihkan dengan benar, besar kemungkinan lokasi yang kena bekas nanah dan
darah ini akan timbul bisul pula. Sebab bakteri yang terdapat dalam bisul yang
pecah tadi bisa menginfeksi lokasi sekitar bisul yang pecah. Penularan ke
bagian lain akibat pecahnya bisul itu disebut autoinokulasi.
Pecahnya bisul yang besar kadang bisa mengakibatkan parut luka pada kulit.
Tapi pada bayi atau batita, bekas luka bisul yang parah sekalipun jarang sekali
meninggalkan bekas yang jelas. Selain itu, kulit bayi masih dalam perkembangan.
Luka bisul akan meninggalkan bekas jika terjadi pada anak usia belasan tahun
atau orang dewasa.
2.6 Penatalaksanaan Bisul
Pertolongan pertama yang dapat dilakukan apabila sudah terlihat akan
terjadi bisul, adalah segera kompres dengan air panas (hangat), yang dapat
meningkatkan sirkulasi darah ke tempat tersebut.
Lama waktu pecahnya bisul tergantung pada perawatan selama proses
pematangan bisul. Jika bisul tidak terlalu parah dan selalu dijaga
kebersihannya, maka dalam waktu tiga hari, nanah yang terdapat dalam bisul
sudah bisa dikeluarkan atau bisulnya pecah dengan sendirinya. Tapi, bila
bisulnya parah bahkan membetuk furunkulosis atau karbunkel, nanah bisul baru
bisa dikeluarkan atau pecah setelah seminggu atau lebih.
Sebagian besar bisul akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Pada
bayi, perawatan bisul harus menggunakan produk-produk khusus bayi, seperti
sabun bayi. Sabun bayi punya pH yang lebih rendah. Ini ditujukan agar kulit
bayi tidak mudah kering. Kulit yang kering lebih akan menghambat keluarnya
keringat dan memudahkan infeksi bakteri.
Pemecahan bisul secara paksa tanpa menunggu bisul matang justru akan
mengakibatkan trauma pada kulit. Apabila selama proses pematangan bisul ini,
anak dibiarkan memegang bisulnya, infeksi pun makin parah dan bisa memicu
timbulnya bisul baru. Bahkan, infeksi pada bisul akan disertai jamur yang
menimbulkan rasa gatal yang justru mendorong anak untuk terus menggaruk
bisulnya. Jika kondisi tersebut terjadi, bisul akan semakin parah dan
penanganan serta penyembuhannya pun semakin lama.
Perawatan bisul bisa dilakukan di rumah, namun harus dilakukan dengan bahan
dan alat yang higienis. Bisul yang kecil dapat diatasi dengan kompres hangat
yang ditempelkan selama 20-30 menit, 3-4 kali sehari. Ini akan membantu bisul
pecah dengan sendirinya. Jangan memeras nanah supaya keluar dari bisul karena
infeksi bisa menyebar ke jaringan kulit sekitarnya. Setelah bisul pecah, tutupi
dengan perban yang bersih untuk melindungi kulit dan menyerap nanah yang masih
keluar. Bersihkan area sekitar bisul dengan sabun antibakteri. Orang yang
membantu membersihkan bisul juga mesti membasuh tangan dengan sabun antibakteri
untuk mencegah penularan infeksi ke anggota keluarga yang lain. Periksakan anak
ke dokter dokter bila gejala bisul tidak berkurang atau tambah berat, atau bila
timbul demam. Bisul yang besar kadang perlu ditangani dengan antibiotik.
Umumnya, dokter akan mengeluarkan nanah dengan sayatan kecil. Ini akan
meredakan sakit, mempercepat penyembuhan, dan mencegah timbulnya parut.
Bawa ke Dokter jika Bisul Itu.
·
Berlokasi di wajah, anus, lipat paha, atau tulang
belakang
·
Menyebabkan demam atau rasa sakit yang berat
·
Mengganggu gerakan anggota tubuh
·
Menyebabkan pembengkakan, garis merah, atau perubahan
warna di bagian kulit di dekatnya
·
Anak mengalami bisul yang tidak mereda setelah penanganan
selama seminggu
·
Dialami anak yang diabetes. Periksakan anak segera,
bahkan ketika baru mengalami bisul yang kecil, karena anak lebih rentan
mengalami infeksi lanjutan
·
Dialami penderita beberapa kali, dalam waktu yang pendek.
Dokter akan mengecek apakah ada penyakit lain yang mempengaruhi kemampuan tubuh
anak dalam melawan infeksi.
Perawatan khusus untuk bisul ini akan ditentukan oleh dokter berdasarkan
umur bayi tersebut juga bergantung kepada toleransi tubuh bayi terhadap
obat yang diberikan.
Perawatan termasuk :
·
Anti-biotik yang sesuai
·
Pemberian obat-obatan antibiotik secara oral atau
suntikan berdasarkan kebutuhannya
·
Melakukan pembedahan kecil untuk mengeluarkan nanah
Jika infeksi ini bisa dikeluarkan semuanya, antibiotik tak diperlukan. Jika
infeksi itu dalam, dokter akan menutup luka itu dengan perban steril untuk
menjaga agar sayatan itu tetap terbuka dan nanahnya tetap keluar. Pasien akan
perlu kembali ke dokter beberapa kali untuk diganti perbannya dan untuk
memastikan apakah nanahnya sudah keluar semua.
Proses pengobatan bisul pun akan berbeda. Artinya, disesuaikan dengan
tempat tumbuh bisul tersebut. Bisul di wajah harus diobati secara khusus.
Karena, wajah merupakan bagian tubuh sensitif. Jadi harus menggunakan obat-obat
khusus yang tidak merusak jaringan kulit dan tidak menggunakan obat keras.
2.7 Cara mencegah bisul
Agar bayi tidak mudah bisulan, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
·
Jika bayi mudah berkeringat, usahakan agar keringat
tersebut segera dikeringkan.
·
Biang keringat yang timbul pada kulti bayi harus
dibersihkan dengan handuk basah.
·
Jaga kebersihan tubuh bayi sepanjang hari dengan sering
memandikannya jika terlalu banyak keringat yang keluar.
·
Upayakan lingkungan di sekitar bayi selalu bersih.
·
Ventilasi udara di ruangan bayi harus cukup sehingga
ruangan bayi tidak lembab.
·
Jangan kenakan bayi dengan pakaian ketat atau dari bahan
yang tidak menyerap keringat.
·
Ganti pakaian bayi dengan segera jika basah atau kotor.
·
Jangan membubuhkan bedak pada kulit bayi jika keluar
keringat.
·
Usahakan kebutuhan gizi bayi selalu terpenuhi.
·
Pahami penanganannya.
Satu benjolan kecil atau bekas gigitan nyamuk sebaiknya jangan digaruk,
karena bisa menyebabkan luka dan memudahkan kuman masuk. Makanya, kalau sudah
muncul benjolan kecil sebaiknya perhatikan kebersihan lebih saksama supaya
tidak terpapar kuman. Calon bisul atau bisul kecil di daerah permukaan
(superficial) bisa sembuh dengan sendirinya jika kebersihannya terjaga dan
tidak tercemar bakteri. Selain itu, bisul juga jangan digaruk supaya di situ
tidak terjadi peradangan.
Bisul-bisul jenis furunkel dan karbunkel yang memang mudah pecah biasanya
akan pecah sendiri akibat gesekan dengan benda lain. Misalnya bisul yang muncul
di lipatan lengan, lipatan paha, kaki dan sebagainya akan mudah pecah tergesek
baju maupun anggota badan lainnya.
Bila bisul terus membesar atau timbul radang dan badan mulai terasa tidak
nyaman, sebaiknya segeralah bawa anak ke dokter. “Oleh dokter ia akan diberikan
krim antibiotik atau bila perlu tambahan antibiotic oral, tergantung pada
kondisi bisulnya. Antibiotik itu bertujuan untuk mengendalikan dan mematikan
bakteri sehingga bisulnya akan kempes dan kering. Dokter pun akan memberikan
kompres yang berfungsi untuk mendinginkan, meredakan, dan mengurangi kuman di
daerah sekitar bisul.
Kebiasaan masyarakat yang berusaha memecahkan bisul dengan paksa, sangat
tidak disarankan. Sebaiknya bisul jangan dipencet-pencet karena bisa
memperparah keadaan. Obat-obat bisul yang banyak beredar di pasaran pun
sebaiknya hanya digunakan untuk bisul-bisul ringan yang muncul di permukaan
saja. Tapi kalau letaknya terlalu dalam tentunya obat-obat tradisional tersebut
sudah tidak efektif lagi.
v Kondisi
terparah
Walaupun belum pernah tercatat kematian yang diakibatkan bisul, tapi ada
baiknya hal ini diwaspadai. Tahukah Anda, bakteri/kuman yang terdapat pada
bisul bila dibiarkan saja dapat masuk ke aliran darah.
Akibatnya bisa terjadi infeksi pada tulang di sekitar bisul, bahkan kuman
tersebut bisa jadi terbawa sampai jantung dan otak. Akan tetapi, kasus semacam
ini termasuk jarang dijumpai.
Parah atau tidaknya bisul tergantung pada ganas atau tidaknya bakteri yang
masuk. Bila bakteri penyebab bisul tergolong ganas, tentu kondisinya lebih
serius. Yang harus diwaspadai adalah bisul yang muncul di wajah, tepatnya di
daerah sinus. Bila sampai terjadi infeksi di daerah itu akibatnya bisa fatal.
2.8 Peran Bidan
Sebagai seorang bidan, sesuai dengan kewajiban untuk menolong sesama namun
dengan keterbatasan wewenangnya dapat membantu pasien yang mengalami masalah
bisulan. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bidan dapat membantu bayi baru
lahir maupun bayi yang mengalami bisul dengan mengompres daerah bisul dengan
air hangat selama 20-30 menit, 3-4 kali sehari, untuk meningkatkan sirkulasi
darah ke tempat tersebut namun harus dilakukan dengan bahan dan alat yang
higienis. Bidan juga dapat menginformasikan kepada klien bahwa bisul yang
diderita oleh anaknya (bayi baru lahir atau bayi) merupakan gangguan kulit yang
tidak terlalu berbahaya dimana sebagian besar akan sembuh dengan
sendirinya tanpa pengobatan namun dengan mempertahankan kebersihan.
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Dari makalah di atas dapat disimpulkan bahwa beberapa masalah yang lazim
terjadi pada bayi baru lahir yaitu masalah bisul/furunkel. Hal ini disebabkan
oleh kuman dan bakteri. Maka dari itu sebagai seorang bidan, kita harus
terampil dalam memberikan asuhan pada bayi baru lahir baik yang normal maupun
yang memiliki kelainan (masalah) untuk menghindari terjadinya masalah tersebut.
3.2. SARAN
Sebaiknya jangan memakaikan baju yang tidak bisa menyerap keringat pada
bayi karena bayi mudah berkeringat, selalu memperhatikan tingkah laku bayi yang
sedang bermain, menjaga kondisi bayi, dan menjaga selalu kebersihan serta
mengetahui tanda dan gejala yang dapat menyebabkan timbulnya masalah tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
· Sudarti, dkk.,2010, Asuhan Kebidanan
Neonatus, Bayi dan Anak Balita, nuha medika, jogyakarta.
· Dewi Lia, (2010) Asuhan Neonatus Bayi
Dan balita, Salemba Medika, JakartaFK-UI, (2000) Ilmu Kesehatan Anak, FK-UI,
· JakartaAnonym,(2010),Medicinestuffs.blogspot.com/.../dematitis-seboroik-pada-anak-seborrheic.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar